Layanan Pasutri (Pasangan Suami Isteri)
Suami dan isteri adalah dua manusia yang hidup bersama dalam bingkai pernikahan. Suka duka tentu menjadi bumbu dalam menjalani roda kehidupan. Namun demikian, ternyata tidak mudah membina biduk rumah tangga agar tetap langgeng hingga bisa menua bersama. Kadang kala, hubungan pasangan suami isteri bisa saja kandas hanya karena perkara sepele atau pun masalah besar. Padahal, saat pernikahan digelar, kedua pasangan sudah berikrar untuk setia. Untuk itu agar perpisahan tidak terjadi, ada beberapa hal yang harus dimiliki pasangan suami isteri agar hubungan keduanya bisa awet dalam membina hubungan pernikahannya. Jika anda ingin mendapatka tips bagaimana membina hubungan harmonis sebagai pasangan dalam berumah tangga silahkan menghubungi layanan konsultasi Pasutri Kudamba Samawa atau mengakses informasi dari link-link yang tersedia di halaman ini .
Lanjutkan...
Contoh Video
Contoh Video
4 Permasalahan Ini Pasti Dialami Pasangan Suami Istri Masa Kini, Sudah Tahu Cara Mengatasinya Belum?
Hidup berumah tangga merupakan cita-cita dari banyak orang selain meraih kesuksesan dalam karier. Namun, seperti halnya keberhasilan karier, membangun keluarga yang kokoh dan saling mencintai tidak bisa begitu saja kamu dapatkan. Kamu harus berjuang secara konsisten dan pantang menyerah meskipun banyak sekali permasalahan yang kamu hadapi dengan suami. Nah, setelah Popbela perhatikan, paling tidak ada empat permasalahan umum yang pasti ditemui setiap pasangan modern. Bila tidak segera kamu atasi, pernikahan kalian bisa jadi hambar dan jauh dari kata bahagia. Ups, jangan biarkan hal tersebut terjadi! Simak langsung empat rahasia menghadapi permasalahan rumah tangga modern ini, yuk.  1. Ekspektasi tentang pernikahan cinemagia.roKarena tekanan sosial dan ekspektasi yang tidak realistis soal pernikahan, banyak orang, khususnya para wanita yang menganggap bahwa menikah dan berumah tangga adalah syarat nomor satu untuk menjadi bahagia. Akibatnya, kamu jadi berharap terlalu tinggi pada pernikahanmu. Kalau suami tak memenuhi ekspektasimu, kamu akan menyalahkannya dan begitu juga sebaliknya. Mungkin ini tandanya kamu sudah terlalu banyak menonton film-film romantis yang tidak realistis sehingga kamu lupa untuk bercermin pada kehidupan nyatamu. Pada kenyataannya, pernikahan membutuhkan usaha dan komitmen yang besar untuk saling berkompromi dan mendukung. Kamu tak akan pernah menemukan sosok pria yang bisa seratus persen memahami keinginanmu dan mau melakukan apa saja untukmu. Kamu juga tak akan memiliki rumah tangga yang bahagia sepanjang masa tanpa ada pengorbanan yang jauh dari kata mudah. Jika kamu sudah memahami hal ini, kamu akan lebih terdorong untuk menjadikan pernikahanmu dan suami seindah di negeri dongeng, meskipun tak bisa dalam sekejap mata.  2. Komunikasi yang efektifdeep-focus.comZaman sekarang rasanya komunikasi jadi jauh lebih sulit. Padahal, kita sudah didukung dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan kamu untuk menghubungi siapa pun yang jauh darimu kapan saja. Tapi justru di sini lah tantangannya. Ketika bersama suami, berapa kali kamu mengecek smartphone atau laptopmu? Berapa e-mail atau pesan yang sudah kamu balas sementara suamimu masih menunggu jawabanmu soal makan malam kalian hari ini? Apakah kalian selalu mengobrol dengan mesra setiap malam, atau justru sibuk memerhatikan layar televisi kalian? Dengan adanya distraksi-distraksi seperti ini, tentu kamu dan suami harus mencari cara agar kalian tetap terhubung dengan jiwa satu sama lain. Ketika yang satu sedang berbicara, yang lain harus benar-benar mendengarkan. Meskipun itu berarti kamu harus meletakkan dulu smartphone-mu atau mematikan televisi. Kalau tidak, kalian akan terus saja bertengkar soal, "Aku kan sudah bilang padamu kemarin," dan "Kamu belum bilang! Kalau kamu sudah mengatakannya kan aku pasti ingat betul,".  3. Kurangnya waktu berkualitashotflick.netPopbela paham, dengan perkembangan zaman dan tuntutan bagi para wanita untuk menjadi mandiri dan mengejar karier, agak sulit untuk mencari waktu berkualitas bersama pasangan. Bahkan di akhir pekan pun pasangan-pasangan zaman sekarang masih saja bekerja dari laptopnya untuk menyusun jadwal dengan klien atau menyelesaikan tugas yang tertunggak selama seminggu kemarin. Di malam hari pun kalian sudah terlalu lelah untuk menghabiskan waktu bersama dan lebih memilih untuk segera beristirahat. Belum lagi kalau kalian sama-sama sedang ada masalah di kantor masing-masing, pulang ke rumah pasti bawaannya tidak ingin diganggu dan ingin dimanja. Lalu siapa yang mau mengalah jika ini terjadi?Jangan takut untuk menjadwalkan waktu berkualitas bersama. Tak usah memikirkan, "Bagaimana kalau nanti ada pekerjaan mendadak?" atau "Mana ada waktu untuk hal itu, aku masih banyak urusan lain yang lebih penting dari makan malam berdua,". Itu urusan belakangan, Bela. Dicoba dulu saja dan lihat hasilnya nanti, ya!   4. Stres pascapensiun pagesix.comBanyak pasangan yang justru berpisah atau kehilangan keharmonisan setelah sama-sama pensiun dan tidak bekerja lagi. Kesibukan yang selama ini membuat mereka jauh dari pasangan kini hilang, dan mereka harus menerima kenyataan bahwa tinggal bersama dan harus terus berinteraksi dengan pasangan ternyata tak semudah yang mereka kira. Harus banyak mengalah dan berkorban! Belum lagi anak-anak mereka sudah punya kehidupan masing-masing  sekarang dan tak akan banyak menghabiskan waktu dengan orang tuanya kecuali saat liburan atau hari raya keagamaan. Hindari hal ini dari sekarang. Habiskan waktu berdua, bukan hanya sebagai dua orang yang berbagi satu atap, tapi sebagai dua insan yang saling mencintai. Pergilah berkencan dengannya secara rutin dan mengobrollah dari hati ke hati. Ketika hari tua kalian tiba nanti, kalian sudah punya modal cinta yang besar untuk menjalani hari-hari kalian dengan penuh kebahagiaan.  Bagaimana, Bela? Kamu masih semangat berjuang demi cinta kalian, kan? Ingatlah bahwa pengorbanan yang kalian lakukan saat ini akan berbuah sangat manis kelak. Jadi, selamat membangun keluarga kecilmu yang penuh cinta, Bela! Selanjutnya